Berpikir kritis adalah
suatu aktifitas kognitif yang berkaitab dengan penggunaan nalar. Belajar untuk
berpikir kritis berarti menggunakan proses-proses mental, seperti
memperhatikan, mengkategorikan, seleksi, dan menilai/memutuskan.
Kemampuan dalam berpikir kritis memberikan arahan yang tepat dalam berpikir dan
bekerja, dan membantu dalam menentukan keterkaitan sesuatu dengan yang lainnya
dengan lebih akurat. Oleh sebab itu kemampuan berpikir kritis sangat dibutuhkan
dalam pemecahan masalah / pencarian solusi, dan pengelolaan proyek.
an analitis.
Setiap orang tentu tidak secara langsung dapat melakukan hal
tersebut,namun jika dilatih terus menerus maka pola pikir pun akan terlatih dan
terbiasa,berikut ini tahapan dan cara yang dapat dilakukan untuk melatih diri
menjadi kritis dan analitis :
1. Memahami
Ini adalah tahap awal. Memahami dengan baik pengetahuan itu sendiri.
2. Membandingkan untuk Mengidentifikasi perbedaan dan persamaan
Latihlah anak untuk membandingkan dua persoalan yang berbeda atau dua pengetahuan yang terkait. Bisa jadi yang pro dan kontra, yang kini dan sebelumnya, atau pengetahuan yang sejenis di kasus yang berbeda.
Tujuan utama membandingkan adalah kemampuan mengidentifikasi perbedaan dan persamaan.
3. Menarik kesimpulan (sintesis)
Setelah membandingkan, maka mengajari anak untuk menarik kesimpulan. Dalam proses ini, bisa jadi nanti mengambil kelebihan dua-duanya atau mengkolaborasi dan memadukan persamaan dan perbedaan tersebut.
4. Berpikir mandiri
Inilah tahap kreatif yang ingin dicapai. Buatlah contoh, ciptakan kondisi, dan latihlah anak untuk tidak takut mencoba hal baru yang belum pernah ada.


No comments:
Post a Comment