Tuesday, January 14, 2014

Bagaimana Berpikir Kritis dan Analitis

Berpikir kritis adalah suatu aktifitas kognitif yang berkaitab dengan penggunaan nalar. Belajar untuk berpikir kritis berarti menggunakan proses-proses mental, seperti memperhatikan, mengkategorikan, seleksi, dan menilai/memutuskan.

          Kemampuan dalam berpikir kritis memberikan arahan yang tepat dalam berpikir dan bekerja, dan membantu dalam menentukan keterkaitan sesuatu dengan yang lainnya dengan lebih akurat. Oleh sebab itu kemampuan berpikir kritis sangat dibutuhkan dalam pemecahan masalah / pencarian solusi, dan pengelolaan proyek.
an analitis.

Setiap orang tentu tidak secara langsung dapat melakukan hal tersebut,namun jika dilatih terus menerus maka pola pikir pun akan terlatih dan terbiasa,berikut ini tahapan dan cara yang dapat dilakukan untuk melatih diri menjadi kritis dan analitis :




1. Memahami

Ini adalah tahap awal. Memahami dengan baik pengetahuan itu sendiri. 

2. Membandingkan untuk Mengidentifikasi perbedaan dan persamaan

Latihlah anak untuk membandingkan dua persoalan yang berbeda atau dua pengetahuan yang terkait. Bisa jadi yang pro dan kontra, yang kini dan sebelumnya, atau pengetahuan yang sejenis di kasus yang berbeda. 

Tujuan utama membandingkan adalah kemampuan mengidentifikasi perbedaan dan persamaan. 

3. Menarik kesimpulan (sintesis) 

Setelah membandingkan, maka mengajari anak untuk menarik kesimpulan. Dalam proses ini, bisa jadi nanti mengambil kelebihan dua-duanya atau mengkolaborasi dan memadukan persamaan dan perbedaan tersebut. 

4. Berpikir mandiri

Inilah tahap kreatif yang ingin dicapai. Buatlah contoh, ciptakan kondisi, dan latihlah anak untuk tidak takut mencoba hal baru yang belum pernah ada. 

No comments:

Post a Comment