Seseorang yang disebut sebagai ahli
apakah hanya melakukan satu aksi atau hal itu saja? Tentu saja tidak,seorang
dikatakan ahli ketika orang tersebut telah memiliki aspek terampil melakukan,memiliki
pengetahuan dan bersikap professional. Contohnya saja bagaimana seorang pesulap
dapat melakukan trik-trik yang berbahaya namun tetap berhasil, seperti yang
dijelaskan sebelumya,mereka tidak hanya memiliki satu kemampuan saja,namun
harus meliputi tiga aspek tadi.
Pesulap tersebut telah berkali-kali
mencoba dan gagal dalam percobaannya dalam suatu trik,namun karena ia selalu
belajar dari kegagalan sebelumnya maka ia telah mencapai aspek pertama yaitu
terampil melakukan. Sedangkan bermain sulap tidak mungkin hanya bermodal nekat
saja,namun juga pengetahuan tentang trik-trik sulap dan cara memainkannya,maka
ia pun telah memiliki aspek kedua yaitu memiliki pengetahuan. Seorang pesulap
pasti tidak akan menyerah dan selalu mencari trik-trik sulap baru agar tidak
monoton dan dapat menghibur penonton maka ia pun telah memiliki aspek ketiga
yaitu bersikap professional.
Namun tentu saja di balik perjalan
menuju seorang ahli pasti melalui yang namanya hambatan dan sandungan,namun
bukan berarti kita menyerah begitu saja,disetiap apapun yang kita lakukan pasti
menemui hambatan,tapi itu tergantung kita apakah mau mengalahkannya atau
dikalahkannya. Jika ingin mengalahkannya maka yang kita perlu lakukan ialah
tekun dalam menghadapi rintangan tersebut dan mencoba menjadikan rintangan
tersebut sebagai hal yang kita cintai. Namun jikalau kita menggangap rintangan
sebagai momok yang besar dan menakutkan itu justru membuat kita tidak bisa mengaIahkannya.
Ingatlah,Lakukanlah apapun dengan cinta dan ketekunan maka hasil yang baik akan
anda mengikuti!.
