Tuesday, September 24, 2013

Mimpinya? Aksinya?

Semua orang pasti mempunyai mimpi  dan cita-citanya sendiri,ingin menjadi apa kelak,ingin menduduki jabatan apa nanti,ingin seperti apa ketika sudah dewasa esok. Semuanya pasti ingin mewujudkan cita-cita yang terbaik untuk dirinya kelak. Namun apakah cita-cita itu akan dikejar dan direalisasikan atau hanya angan-angan di kepala semata agar orang-orang memandang kita? Tentu saja cita-cita itu akan kita kejar dan raih sebaik mungkin.

Rancanglah tahapan menuju cita-cita anda mulai dari tahap pendek -pendek saja,karena jika langsung menuju tahap panjang dan anda mengalami hambatan dan berhenti di tengah jalan nanti maka andapun kebingungan untuk melangkah ke arah mana. dan jugajangan lupa melakukan tahapan yang telah anda rancang secara maksimal. tetapi ingatlah bahwa di jalan pasti banyak hambtatan dan rintangan yang menghalanginya dan akhirnya tidak semua orang dapat mewujudkan mimpi dan cita-citanya,

            Kita tidak dilarang memiliki mimpi dan cita-cita setinggi mungkin,semakin tinggi malah semakin bagus. Karena itulah kita akan terpacu untuk berusaha meraihnya dengan kerja keras. Namun, disaat kerja keras dan usaha maksimal ketika anda berusaha meraih cita-cita tetapi hasilnya kita tetap gagal meraihnya, ingatlah kita tetap terjatuh di tempat yang tinggi pula! dan itu bukanlah seseuatu yang perlu disesali dan ditangisi, Tuhan telah merencakan yang terbaik  untuk anda dan teruslah bersyukur maka Tuhan akan menambah nikmatnya pada kita.

Oleh karena itu teruslah memiliki mimpi dan cita-cita setinggi mungkin dan berusaha sekeras mungkin juga diiringi dengan memanjatkan doa  kepada yang kuasa untuk meminta bantuannya.  Sesungguhnya jika semua itu dilakukan makan tuhan akan memberikan kita yang terbaik dan pantas untuk kita.


Do It Or Regret



 Disaat kita dalam kondisi tertentu yang membutuhkan ide,gagasan bahkan tindakan tetapi kita tidak memberanikan diri dalam melakukannya meskipun hasrat itu sudah di puncak. Akan tetapi mengapa akhirnya kita hanya terdiam dan membiarkannya itu terjadi dan diakhiri dengan penyesalan?.

Itu semua hanya ketakutan yang ada  dipikiran kita semua,kita terlalu banyak memikirkan hal-hal yang kemungkinan akan terjadi jika kita melakukannya. Memang benar berpkirlah sebelum berbicara,namun jika kita terlalu banyak berpikir dan akhirnya kita memikirkan hal yang tidak ingin terjadi setelah itu,maka kita pun akan terlalu takut untuk melakukannya.          
            
            Kita lihat saja contohnya bagaimana para pahlawan dulu ketika melawan penjajah. Bayangkan jika mereka terlalu banyak memikir tentang kekalahan yang terjadi karena jika dipikir-pikir  bagaimana mungkin senjata bambu runcing menang melawan senjata laras panjang. Tapi mereka tidak terlalu memikirkan hal itu,mereka hanya memberanikan diri dan berusaha untuk melawan dan akhirnya menang. Dan apakah mereka sebelum berperang berpikir dulu? Tentu saja Ya,mereka memperduakan pikiran jelek itu dan lebih mementingkan tindakan terlebih dahulu.
            
           Oleh sebab itu buanglah ketakutan kita untuk melakukan sesuatu,janganlah terlalu banyak memikirkan hal-hal buruk yang mungkin akan terjadi setelahnya. Tapi cobalah pikirkan hal-hal yang jauh lebih baik yang akan terjadi setelahnya. Tetapi tetap ingatlah yang terbaik ialah berpikir sebelum bertindak dan yakinlah tindakan yang akan anda lakukan adalah yang terbaik.


Wednesday, September 11, 2013

Be Grateful



Pernahkah kita berpikir bahwa tuhan itu maha adil? Tapi mengapa ada orang kaya dan orang miskin, kenapa kita berpikir dilahirkan dengan orang tua yang hanya begini saja tidak lebih baik daripada orang lain? Itu semua karena tuhan telah mengaturnya,bukan berarti tuhan tidak sayang dengan mahluknya. Karena itu semua mempunyai makna yang tersirat dibaliknya. Tuhan lebih mengerti tentang kebutuhan kita. Contohnya saja mengapa kita tidak diberikan rumah mewah,peralatan elektronik canggih dan mobil sport keluaran terbaru? Itu semua karena memang kita belum layak mendapatkan amanah dari tuhan untuk memegang tanggung jawab untuk memilikinya.

Bukan berarti memiliki barang mewah adalah enak,dibalik semua kemewahan itu pasti orang-orang yang memiliki tersebut juga memiliki kecemasan atas barangnya,entah itu lecet,rusak maupun hilang,sehingga kemana-mana selalu was-was. Dan bayangkan jika seseorang tidak memiliki barang mewah tersebut,maka dia akan lebih bisa tenang kemanapun. Jadi ingatlah untuk tetap bersyukur kepada tuhan,percayalah itu semua yang terbaik untuk kita.

Namun bukannya kita harus menyerahkan diri begitu saja agar tuhan yang mengaturnya. Kita juga harus berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan yang kita inginkan. ingatlah tuhan tidak akan merubah nasib kaumnya jika ia tidak mau merubahnya sendiri. Dan ingitlah untuk terus berdoa meminta bantuan dan pertolongan kepadaNya karena hanya dialah yang dapat membantu kita dalam keadaan apapun.